Epi Info

17 Jul

Semester II Prodi S1 Transfer Kesehatan Masyarakat (peminatan MIK) UMS mendapat mata kuliah Aplikasi Komputer. Mata kuliah ini mengajari kami tentang penggunaan program SPSS dan Epi Info.

Menurut Wikipedia, Epi Info adalah program komputer domain publik untuk analisa statistika yang dikembangkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Perangkat lunak ini dirancang untuk keperluan bidang epidemiologi.

Software Epi Info dibagi dalam lima modul utama, yakni modul Make View, modul Enter Data, modul Analyze Data, modul Epi Map, dan modul Epi Report. Tulisan ini hanya memuat secara garis besar tiga modul Epi Info yang dapat digunakan dalam pengelolaan database, yakni modul Make View, modul Enter Data dan modul Analyze Data. Pembahasan setiap modul mengikuti alur proses yang diperlukan ketika melakukan rekapitulasi data dari formulir hasil penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) keluarga. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat memperolah gambaran secara lebih jelas mengenai aplikasi yang dapat dibangun menggunakan Epi Info. Tulisan dimulai dengan membahas kemampuan Epi Info untuk mempermudah, sekaligus menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dalam kegiatan entry data. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan mekanisme entry dan navigasi data di Epi Info. Pada bagian akhir dibahas beberapa perintah analisa data yang tersedia dalam Epi Info.

Software epi info dapat didownload disini.

Bagi teman-teman yang ingin melakukan survei kesehatan, bisa mempelajari program ini untuk membuat form kuesionernya, entry datanya, sampe ke analisis data n penampilan datanya.

Selamat mencoba…. ^_^

INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM

10 Jul

Integrated Performance Measurement System merupakan sistem pengukuran kinerja organisasi yang terintegrasi. Pengukuran mutu rumah sakit dengan metode ini dilakukan dengan jalan: mengidentifikasikan stakeholder requirement, melakukan kegiatan membandingkan (benchmarking) dengan  pesaing  (external  monitor) dari  sisi kebutuhan (requirement), mengidentifikasi tujuan   (objective) dari masing-masing kebutuhan stakeholder (stakeholder requirement), mengidentifikasikan Key Performance Indicators, dan merekomendasikan  sistem  pengukuran  kinerja  berdasarkan  hasil  evaluasi  yang  dilakukan. Pengukuran  kinerja dengan metode Integrated Performance Measurement Systems merumuskan  32 Key Performance Indicators (KPI) yang dapat menggambarkan kondisi rumah sakit. Dimana kinerja rumah sakit (level bisnis induk) diperoleh dari hasil  pengukuran kinerja tiap instalasi (level unit bisnis), kinerja instalasi hasil pengukuran dari tiap poli (level  bisnis  proses), dan kinerja poli diperoleh dari hasil  pengukuran  KPI  pada  level  aktivitas (Baskoro, 2006).

AKREDITASI RUMAH SAKIT

10 Jul

Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia adalah suatu program yang dilaksanakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (KARS), sebuah badan yang dibentuk oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia untuk menyusun standar akreditasi, melakukan proses akreditasi dan memberikan sertifikat akreditasi kepada rumah sakit-rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan standar akreditasi yang disusun oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (KARS).

Continue reading

BALANCED SCORECARD

10 Jul

Akhir-akhir ini perubahan di bidang ekonomi mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama dalam lingkungan perusahaan baik yang bergerak disektor bisnis maupun non bisnis. Hal tersebut disebabkan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Oleh karena itu, sebuah perusahaan harus mampu mengikuti perubahan tersebut agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain.

Continue reading

Standar nasional KPI RS di Indonesia (PERSI)

10 Jul

 

1. BOR  : 75-85%

2. ALOS : 7-10 hari

3. TOI : 1-3 hari

4. BTO : 5-45 hari

5. NDR (48 jam) : < 2,5%

6. GDR : <3%

7. Anasthesia Death Rate : 1/5000

8. Post Operation Death Rate : <1%

9. Post Operative Infection Rate : <1%

10. Normal Tissue Removal Rate : <10%

11. Maternal Death Rate : <0,25%

12. Neonatal Death Rate : <2%

13. Angka Infeksi Nosokomial : 1-2%

Rumus untuk menghitung mutu pelayanan RS

10 Jul

BOR (Bed Occupancy Rate)

Persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur RS.

Jumlah hari perawatan RS dalam waktu tertentu x 100%

Jumlah TT x Jumlah hari dalam satu satuan waktu

Continue reading

Indikator Mutu Rumah Sakit

10 Jul

Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar rumah sakit, setiap rumah sakit saling berpacu untuk memperluas pasarnya. Harapan adanya perluasan pasar secara langsung adalah meningkatnya penjualan sehingga rumah sakit akan memiliki lebih banyak konsumen (pasien). Namun, rumah sakit selaku produsen haruslah memahami bahwa semakin banyak konsumen maka rumah sakit akan semakin sulit memahami konsumennya secara teliti, terutama tentang suka atau tidaknya konsumen terhadap barang dan jasa yang ditawarkan beserta alasan-alasan yang mendasarinya.

Continue reading